Fish

Saturday, 25 May 2013

BUDAYA DAN MASYARAKAT ASIA SELATAN



Kawasan Asia Selatan merupakan wilayah yang memiliki beragam budaya. Terdapat beragam bahasa dengan ratusan dialek yang berbeda, beragam agama yang hidup secara berdampingan secara damai. Pakistan, Bangladesh, dan beberapa negara kecil di Asia Selatan lainnya memiliki persamaan budaya karena latar belakang yang sama. akan tetapi India adalah salah satu negara dikawasan Asia Selatan yang melambangkan perbedaan budaya. Perbedaan ini menjadi ciri khas kehidupan tradisioanal di Asia Selatan dengan  praktek sosial yang berbeda.
Kehidupan Tradisional Perdesaan
Sejak 5000 tahun yang lalu, penduduk di Asia Selatan hidup pedesaan dan bekerja sebagai petani atau penggarap tanah. Setiap desa memiliki tanah pertanian yang luas untuk bercocok tanam dan diwariskan dari generasi ke generasi secara bergantian. Budaya ini telah menjadi tradisi karena telah mengakar sejak ribuan tahun yang lalu. Kehidupan yang mendasar dari masyarakat tradisional Asia Selatan adalah pertanian. Mereka menjalani peran kehidupan sosial masing-masing. Peran kehidupan sosial itu dilatar belakangi oleh sistem kasta yang berlaku.
Masyarakat tradisional mengaggap kasta sebagai status dan simbol batasan seseorang. Seseorang tidak dapat keluar atau pindah dari kastanya. Salah satu simbol kasta terdapat pada nama/gelar dan pola kehidupan keluarga. Di wilayah pedesaan, pekerjaan hampir selalu ditentukan oleh kasta. Sebagai contoh, tukang cuci dan Chammar adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang berkasta rendah.

Hampir seluruh tanah di pedesaan di kuasai oleh orang-orang yang berkasta tinggi. Tanah itu disewakan kepada orang-orang yang memiliki kasta yang rendah. Dalam beberapa kasus, Orang yang berkasta tinggi sebagai pemilik tanah sangat kejam. Mereka mengeksploitasi mengeksploitasi orang-orang yang berasta rendah sebagai penyewa dengan membeli kelebihan hasil panen mereka dengan harga yang rendah dan membebankan harga sewa yang tinggi. Bila penyewa memiliki banyak hutang pada pemilik tanah, maka pemilik tanah memberlakukan bunga sehingga utang-utang itu dibawa dari generasi ke generasi.
            Ketika Asia Selatan di kuasai oleh penjajah Inggris, Inggris mengambil keuntungan penuh dengan menggunakan pemilik tanah sebagai perantaranya. Mereka menarik pajak tanah dengan tarif yang tinggi sehingga penduduk berkasta rendah semakin terbebani. Keadaan berlangsung hingga wilayah Asia selatan bebas dari penjajahan. Tidak ada lagi pajak seemuanya distribusikan kembali kepada pemilik tanah sehingga lebih adil dan tidak ada pemerasan. Perubahan sistem pertanahan ini tidak diikuti oleh seluruh wilayah di India. Para pemilik tanah akan merusak atau bahkan membunuh siapapun yang mencoba memutuskan dan merubah sistem sebelumnya itu.        
Pertanian
Keuntungan dari sistem pertanian tradisional adalah terjaminnya persedian makanan. Makanan dapat diproduksi secara normal dan didistribusikan secara efisien. Mereka menggunakan varietas bibit baru untuk  mencukupi kebutuhan dan tidak terjadi kekurangan. Akan tetapi, sistem pertanahan tidak lagi didistribusikan secara adil. Beberapa pemilik tanah tidak mau memproduksi tanah mereka untuk hasil pertanian. Ini merupakan masalah besar karena penyewa tanah tidak bisa menambah kualitas tanah sewaan dan hasil produksi mereka. Penyebabnya adalah karena mereka tidak bisa membeli pupuk dan peralatan pertanian karena hutang yang mereka miliki dan sistem pertanahan yang berlaku.
Selain itu, beberapa tanah terpecah pecah sehingga sulit untuk bertani dengan efisien. Pecahan-pecahan itu merupakan hasil hukum hukum warisan tradisional. Tanah itu hanya diberikan kepada anak laki laki dalam keluarga. Mereka mendapatkan pembagian tanah dengan yang baik. Dalam praktek ini, tanah dibagi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk meyesuaikan adat dari pembagian tanah.
Para petani juga takut untuk mencoba metode baru dalam bertani. Mereka takut gagal jika menggunakan metode baru tidak menghasilkan keuntungan. Mereka khawatir mengalami kerugian dan akan menambah utang dan semakin menjebak mereka dalam kemiskinan. Petani lebih memilih menanam lahan makanan untuk konsumsi sendiri dari pada lahan yang bisa mendatangkan keuntungan dimana mereka bisa mendapat tambahan uang. Mereka tidak bisa menjangkau kesempatan dari kesalahan. Sebab terbesar lainnya untuk kegagalan produktivitas pertanian adalah masalah infrastruktur. Keterbatasan akses jaringan kerja di pedesaan antara lain adalah akses jalan, dan beberapa perusahaan menegah membeli peralatan pertanian terbatas yang baik untuk mendapatkan produk pertanian.
Sistem Kasta
Tidak ada masyarakat yang semua anggotanya sama. Peran dan posisis dari masyarakat dalam tingkatan status sosial bervariasi dari kultur ke kultur. Ahli sosial menjelaskan tingkatan status sebagai stratifikasi sosial.  Asia selatan didominasi sistem kasta. Sistem kasta dikaitkan dengan kepercayaan hindu. Sistem ini ditandai dengan kelahiran dan keturunan. Interaksi sosial diatur oleh kasta, seseorang dibatasi untuk menikah dalam kastanya dan peran sosial, termasuk pekerjaan dibatasi dan diartikan dari kasta. Sebagai contoh lainnya, yang menjadi biksu hanya boleh dari Brahmana sebagai kasta tertinggi.
Beberapa kasta sering dibatasi untuk daerah tertentu. Secara tradisional, ada subkasta untuk tukang pengulit, mereka yang mencuci baju, dan pemotong rambut. Aturan sosial yang berhubungan dengan ritual juga menjadi pembeda kasta. Pria dewasa dari Brahmana sering mempunyai semacam tali pengikat atau benang suci menghiasi bawah baju mereka. Nama seseorang juga dapat mengindikasikan kasta.
Lima kategori kasta dari yang tertinggi hingga yang terendah antaralain adalah Brahmana, Ksatrya, Waisya, Sudra, dan orang orang yang tidak pantas untuk ditandai dengan kasta. Grup terakhir ini yaitu sebagai yang tidak tersentuh dan berada di urutan paling bawah. Untuk melengkapi pemikiran dari variasi status, beberapa brahmana percaya bahwa mereka akan tercemar bila mereka tersentuh oleh golongan bawah.
Kasta Brahmana biasanya terdiri dari biksu dan guru agama. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka menjadi pemilik harta, pemilik tanah, dan sekarang mereka menjadi orang dengan pendidikan tertinggi dan berorientasi perkotaan. Ksatria atau kasta prajurit, juga menjadi pemilik tanah dan pedagang. Pekerjaan kasta waisya meliputi pedangang kecil dan petani. Ada celah besar diantara tiga pertama (brahmana, ksatria, waisya) dan tingkat berikutnya yaitu sudra. Mayoritas hindu adalah sudra. Secara pekerjaan, banyak yang menjadi petani, pekerja yang cakap yang mempunyai keranjang dan memproduksi kayu.
Kategori terbawah adalah mereka yang pekerja kasar dari semua pekerjaan dan semua dilihat orang lain sebagai yang tidak bersih/kotor. Mereka adalah individu yang tidak mempunyai kasta. Kasta ini sering disebut sebagai yang tak tersentuh karna kasta yang tinggi percaya bahwa sentuhan mereka adalah pencemaranr. Pembersih toilet, tukang pengulit merupakan pekerjaan yang dijalani oleh kasta rendah ini. Mereka yang tidak tersentuh ini diartikan sebagai dalit. Mereka tidak mendapatkan perhatian dan tidak diizinkan untuk memasuki candi, dilarang melintasi jalan-jalan tertentu, dan mereka dilarang memakai sandal di beberapa bagian di Asia Selatan.
Sistem kasta dalam beberapa cara ditindas. Itu digunakan untuk mengesahkan diskriminasi. Kasta yang terendah itu dilarang untuk menyentuh kasta tertinggi atau mendapat makanan atau tinggal bersama. Di beberapa tempat, secara tradisi, bila individu dari kasta terendah melakukan kontak dengan Brahmana,berarti kematian. Dalit sering dilarang untuk memasuki candi karna takut mereka akan mencemari candi. Beberapa Brahmana merasa terkontaminasi bila mereka melihat yang tidak tersentuh/dalit. Pada waktu yang sama, kasta sering dilibatkan dalam obligasi sosial dan ekonomi.
Perubahan dalam masyarakat terjadi melalui urbanisasi, pengembangan, dan modernisasi yang telah melemahkan sistem kasta. Selanjutnya, kepemimpinan moral oleh pemimpin-pemimpin penting, yang paling berjasa Mahatma Ghandi, yang telah bekerja menyingkirkan kegiatan-kegiatan yang paling mendiskriminasi. Ghandi memprotes bila kasta yang tidak tersentuh tidak diijinkan masuk ke dalam kuil, tetapi sekumpulan kasta yang tersisa sekarang sangat kuat, terutama di daerah terpencil. Untuk keluar dari kasta, masyarakat terkadang mengubah nama, mengganti nama bila itu mengindikasikan kasta yang lebih rendah.
Beberapa orang berpindah agama dari Hindu ke keyakinan yang lain. Meskipun sering ada kecacatan dari kasta yang tersisa. Yang lain tetap berpindah dengan mudah ke kota dengan sebuah usaha untuk memulai sebuah kehidupan yang baru. Juga pemerintah, telah membuat usaha-usaha untuk menyingkirkan penyimpangan kasta dengan memesan suatu bagian pekerjaan tertentu untuk mereka yang berkasta lebih rendah atau tidak mempunyai kasta. Sistem pemesanan ini membuktikan adanya kontroversi yang tinggi untuk masyarakat semua kasta. Anggota-anggota kasta-kasta tinggi,khususnya,mempercayai itu untuk menjadi sebuah bentuk dari kebalikan diskriminasi. Anggota-anggota dari kasta yang lebih rendah melihat sistem ini tidak bisa ditawar lagi.
Agama
Keanekaragaman bahasa di Asia Selatan di pertantangkan oleh keanekaragaman agama. Seperti bahasa, banyak pola-pola iman di Asia Selatan adalah produk dari perpindahan dan invasi. Sama dengan kasus dengan agama kristen, bahkan di bawah suatu kumpulan dari sebuah keyakinan, latihan-latihan, dan kepercayaan berjarak lebar. Kebanyakan iman-iman di Asia Selatan, terdaftar oleh sejumlah penganut, termasuk Hindu dan Islam, diikuti oleh Kristen, Budha, Sikhism, Jainism, Zoroastrianism dan animisme. Hindu dan Islam meliputi 95 persen dari total penduduk. Tidak seperti kebanyakan daerah di dunia, banyak daerah yang lebih kecil di Asia Selatan mempunyai keanekaragaman agama, dengan beragam keyakinan, banyak orang mempraktekkan/berlatih menutup dekatnya mengenai ilmu bumi. Ini telah memicu adanya konflik agama lokal. Di waktu yang sama, tetapi, keanekaragaman telah memainkan peran yang signifikan dalam membentuk budaya-budaya lokal yang unik dan dalam membagi ide-ide keagamaan.
Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama yang paling banyak dianut di India dan Nepal. Nepal mempunyai perbedaan yang menjadi satu-satunya kerajaan hindu dunia. Penganut agama hindu juga terdapat di Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka dengan jumlah yang sangat minoritas. Agama Hindu adalah satu dari agama tertua dunia. Agama hindu mempersembahkan lagi sebuah peleburan diantara kepercayaan-kepercayaan dari para Dravidian, yang terjadi dan mendominasi bagian-bagian dari india sampai sekitar 3500 tahun yang lalu, dan suku aryan,yang diserbu dari pusat Asia dan melumpuhkan suku dravidian. Ketika dua grup ini di asimilasi, para dewa dravidian tertentu  telah diserap ke dalam kepercayaan religius yang menaklukkan suku aryan.
Sebuah persepsi yang terkenal adalah bahwa agama Hindu adalah sebuah keyakinan politheis, dengan mempercayai banyak tuhan-tuhan, dibandingkan sebuah keyakinan monotheis yang percaya dengan satu tuhan. Ada banyak figur Tuhan di agama hindu, tetapi banyak pengikut-pengikut yang menganggap bahwa tuhan kecil yang banyak ini adalah penjelmaan dari satu tuhan yang sesungguhnya,Brahma. Brahma mungkin muncul sebagai wisnu sang pencipta atau sebagai shiva sang penghancur. Kebanyakan kuil hindu merayakan atau memuliakan wisnu dan shiva.
Penganut agama hindu mempercayai adanya reinkarnasi, ide bahwa manusia-manusia yang lahir kembali. Dengan masing-masing kelahiran kembali, jasa dari kehidupan seseorang sebelumnya menentukan mutu hidup baru. Jika seseorang mendemonstrasikan karma yang bagus (hidup beretika) di satu kehidupan, hidup selanjutnya akan lebih baik. Sebuah kasta seseorang, lalu di percayai ditentukan oleh karma yang di perlihatkan di kehidupan sebelumnya. Penghargaan tertinggi adalah untuk kabur dari siklus kelahiran kembali ini dan menjadi diserap penuh menjadi Brahma. Brahmana seharusnya menjadi yang terdekat untuk menyelesaikan siklus ini.
Karena penganut agama kristen mempunyai kitab injil sebagai sumber ilahi nya, agama hindu mempunyai beberapa kitab suci. Ini termasuk vedas masa lampau, yang dimasukkan ke dalam kata-kata sekitar 3000 tahun yang lalu. Vedas berisikan dasar filosofi agama hindu dan menjadi sumber dari cerita kepahlawanan yang besar. Hal menonjol yang alami memainkan peran besar di dalam cerita-cerita ini. Sungai gangga dikenal sebagai suatu badan suci, dan sekarang di perlakukan suci. Dengan mandi di Gangga, seseorang bisa membersihkan jiwanya. Sungai itu diakui suci dan sebagai tempat beristirahat yang cocok untuk roh seseorang,dan sangat banyak orang-orang dikremasikan dan mempunyai debu mereka melempar ke dalam itu. Banyak peziarah situs melalui india menggambarkan tertariknya mereka dari penampilan mereka di vedas, hanya jerusalem yang menjadi tujuan peziarah kristen, dan muslim.
Islam
Negara penganut agama Islam terbesar pertama dikawasan Asia Selatan adalah Pakistan karena mencapai 95% dari jumlah penduduknya. Negara penganut Islam terbesar kedua adalah Banglades yang mencapai lebih dari 83% jumlah penduduknya. Sedangkan negara penganut Islam terbesar ketiga adalah India. Bentuk negara Pakistan adalah Republik Islam. Sistem politik dan perundang-undangannya juga berlandaskan Islam. Di Pakistan banyak didirikan sekolah Madrasah (sekolah islam) sebagai tempat untuk menimba ilmu agama.
Islam adalah agama yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW. mulai tahun 622 Masehi di Arab Saudi. Kemudian menyebar ke Afrika Utara hingga Asia melalui orang-orang Persia dan Asia Tengah. Beberapa abad kemudian, Islam tersebar di Pakistan melalui orang-orang islam dari kerajaan Mughol. Mereka menyebarkan Islam secara menyeluruh, dan membedakannya dengan ajaran Hindu. Dalam ajaran islam, semua orang memiliki kesetaraan yang sama. Dalam agama Hindu, kesetaraan itu hilang karena berlakunya sistem kasta. Perbedaan ini menjadikan Islam mudah diterima dan berkembang secara pesat.
Selain itu, perbedaan antara agama Islam dan Hindu dapat terlihat melalui haram atau halalnya sebuah makanan. Agama Hindu menganggap sapi sebagai hewan yang suci, sehingga haram untuk dimakan. Sedangkan dalam ajaran Islam diharamkan untuk mengkonsumsi daging babi. Walaupun berbeda, mereka hidup secara berdampingan sehingga tidak terjadi konflik/pertikaian.
Budha
Di wilayah Asia Selatan, agama Budha merupakan agama yang tidak memiliki banyak pengikutnya sehingga digolongkan menjadi agama minoritas. Agama ini hanya dianut di negara Sri Lanka dan sebagian India. Agama Budha disebarkan oleh Siddharta pada tahun 500 sebelum masehi di India, kemudian berkembang ke China, Jepang dan Asia Tenggara. Budha menjadi agama di Asia Selatan (Sri Lanka) karena tidak berlakunya sistem kasta seperti pada agama Hindu.
Jainisme
Agama Jainisme merupakan agama yang berasal dari gerakan protes terhadap ajaran agama Hindu dan telah dianut oleh sekitar tiga juta pengikut di wilayah India barat. Ajaran Jain juga memiliki kepercayaan terhadap reinkernasi. Para pemeluk agama Jain menjalani vegetarian secara ketat dan sangat menghargai kehidupan. Sebagian pengikut agama Jain menggunakan baju mereka sampai menutupi mulut mereka. Tujuannya adalah untuk melindungi mulut mereka karena takut termakan serangga. Hampir seluruh pengikut agama Jain adalah pedagang. Banyak diantara mereka yang menjadi orang kaya dan memiliki pengaruh diwilayahnya. Agama Jain banyak dianut di kota Mumbai.
Zoroastrianisme
Agama Zoroastrianisme lahir dan berkembang pada abad ke tujuh sebelum masehi. Berbeda dengan agama lainnya, Zoroatrianisme tidak menyebarkan ajarannya kepada generasi yang baru. Akibatnya, Zoroastrianisme hanya di anut oleh seratus ribu penduduk di kawasan Asia Selatan dan hampir seluruh penganutnya menjadi pengusaha sukses yang memiliki pengaruh besar dikawasan Asia Selatan.
Kristen
Agama Kristen merupakan salah satu agama minoritas dikawasan Asia Selatan. Agama ini hanya di anut oleh penduduk  diwilayah Kerela bagian Utara India. Seperti pada agama yang lain, dalam agama Kristen tidak terdapat kasta atau tingkatan sosial kemasyarakatan. Para pemeluk agama Kristiani merasa tidak tertekan dengan tidak berlakunya sistem kasta dalam agama mereka.
Sikhisme
Agama Sikhisme merupakan agama yang memiliki unsur perpaduan antara agama Hindu dan Islam. Agama ini hanya dianut oleh penduduk Punjab, India. Aliran agama ini merupakan perpaduan agama Hindu dan Islam. Mereka merilis ajaran dengan melihat sistem kasta yang berlaku dalam agama Hindu dan mengambil beberapa aspek ajaran Islam. Tidak hanya dalam agama Islam, pengikut agama Sikhisme juga menutup kepala mereka dengan sorban. Tujuannya adalah melindungi rambut mereka.
Animisme
Aliran Animisme juga berkembang diwilayah Asia Selatan, khususnya di India. Sebagian penduduk India yang percaya dengan Animisme tingggal didaerah terpencil dan daerah perbukitan. Wilayah ini tidak pernah didatangi oleh  para penjajah, misionaris ataupun migran sehingga mereka tetap mampu mempertahankan dan melestarikan aliran kepercayaan mereka. Mereka adalah pewaris bangsa Dravida.
Kuil (tempat ziarah)
Asia Selatan merupakan wilayah yang memiliki peradaban kuno. Ribuan kuil agama sejak akhir abad kelima telah dibangun. Kuil-kuil ini dijadikan sebagai situs sejarah dan sebagai objek wisata yang banyak dikunjungi oleh para pengunjung dari beberapa negara didunia.
Bahasa
Kawasan Asia Selatan memiliki ragam bahasa yang berbeda. Lebih dari 1.000 bahasa dan 20.000 dialektika bahasa terdapat dikawasan Asia Selatan. Keragaman bahasa dikawasan ini dilatar belakangi oleh kedatangan bangsa Indo-Arya dan bangsa Dravida yang pindah dan menetap diwilayah ini. Ragam bahasa dan dialektika bahasa yang dibawa dan dikembangkan oleh bangsa Indo-Arya dan bangsa Dravida mencapai lebih dari 98% dari seluruh populasi yang ada diwilayah ini. Bahasa Hindi adalah bentuk bahasa yang dikembangkan oleh bangsa Indo-Arya dan bangsa Dravida. Selain itu, bahasa Inggris yang merupakan bahasa yang dikembangkan oleh para penjajah Inggris juga berkembang dan menjadi bahasa sehari-hari.
Walaupun menjadi bahasa pendidikan, bahasa inggris tidak menjadi bahasa yang dominan dikawasan Asia Selatan. Sebagian penduduk menolak bahasa Inggris secara tegas. Alasannya adalah karena bahasa Inggris merupakan bahasa yang dibawa dan dikembangkan oleh bangsa penjajah. Disaat yang sama, sebagian penduduk India Selatan  menolak untuk menggunakan bahasa Hindi. Selain kedua bahasa tersebut, masing-masing suku menggunakan bahasa yang berbeda karena masing-masing suku menganggap bahasa adalah salah satu bentuk identitas mereka yang perlu dijaga dan dilestarikan. Bahasa Hindi dan  bahasa Urdu merupakan bahasa yang dibawa oleh bangsa Indo-Arya. Bahasa ini banyak digunakan di wilayah India utara dan Pakistan. Bahasa Hindi adalah bahasa asli bangsa Arya. Bahasa ini digunakan dalam siaran televisi, dalam surat kabar, dan dalam majalah.
Makanan

Masakan tradisional diwilayah Asia Selatan sangat bervariasi. Bentuk ekologi wilayah Asia Selatan mempengaruhi budaya makanannya. Jika didaerah lain beras adalah makanan pokok, berbeda dengan sebagian wilayah di Asia Selatan. Mereka mengkonsumsi roti yang bahan bakunya dari gandum sebagai makanan pokoknya. Selain itu, kebiasaan para pemeluk agama Hindu yang tidak mengkonsumsi daging sapi, para pemeluk agama Islam yang tidak mengkonsumsi daging babi, dan para vegetarian juga mempengaruhi budaya makan di wilayah Asia Selatan. Daging ayam adalah salah satu daging yang dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk India. Daging kambing dan seafood juga banyak digemari dikawasan Asia Selatan.

Kehidupan Keluarga
Keragaman budaya di Asia Selatan sangat berpengaruh terhadap aspek kehidupan keluarga. Kehidupan keluarga dari satu daerah kedaerah yang lain berbeda. Salah satu perbedaan itu adalah budaya pernikahan dalam keluarga. Sebagaian besar orang tua memberlakukan sistem perjodohan sesuai dengan kasta ( jika beragama Hindu), dan pemeluk agama yang sama (jika beragama Islam). Pernikahan yang didasarkan oleh perasaan cinta dengan memilih pasangannya sendiri juga mulai berkembang di Asia Selatan, khususnya di kawasan perkotaan yang pola hidupnya lebih maju.  
Mahar/mas kawin menjadi bagian yang sakral dalam pernikahan. Maskawin oleh sebagaian penduduk Asia Selatan dianggap sebagia hadiah untuk keluarga calon pengantin pria oleh calon pengantin wanita. Adapula keluarga pengantin laki-laki yang memberikan maskawin kepada keluarga pengantin wanita. Sistem pemberian maskawin atau mahar ini juga menjadi bahan perdebatan. Sebagian penduduk tidak setuju dengan pemberian mahar karena mahar menggambarkan sebagai harga pengantin perempuan.

No comments:

Post a Comment