Fish

Saturday, 25 May 2013

FENOMENA DEMOKRASI DI NEGARA INDIA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Dalam makalah ini penulis mengambil pembahasan mengenai “Fenomena Demokrasi di Negara India”. Di sini penulis melihat bahwa demokrasi adalah sebagai bagian dari pembangunan politik. Alasan penulis mengambil judul ini adalah bahwa demokrasi merupakan suatu sistem politik yang paling banyak digunakan oleh negara-negara di dunia pada saat sekarang ini, dan tidak terlepas dengan India. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa negara India mayoritas penduduknya adalah beragama Hindu yang mana masih menjaga dan sangat ketat memegang sistem kasta, oleh karena itu sangat tidak mungkin dirasa jika demokrasi akan berkembang baik di negara yang memiliki kepercayaan dan keyakinan seperti itu. Namun pada kenyataannya India keluar sebagai salah satu negara yang memiliki sistem demokrasi di dunia, yang mana telah menjalankan sistem demokrasinya dengan sangat baik. Bahkan negara India pada saat ini merupakan termasuk negara yang maju dengan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang selalu meningkat serta memiliki kestabilan politik yang baik di negaranya.
   Karena disebabkan hal tersebutlah penulis berinisiatif untuk mengangkat masalah terjadinya fenomena demokrasi di India beserta hal-hal yang menyebabkan dan melatarbelakangi terciptanya masyarakat yang demokrasi di India sehingga pada akhirnya India bisa dijadikan sebagai negara yang terdemokrasi terbaik di dunia.
1.2  Perumusan Masalah
1.      Apa itu demokrasi?
2.      Bagaimana fenomena demokrasi di India?
1.3  Tujuan
Pembuatan makalah ini antara lain bertujuan untuk mengetahui bagaimana asal mula demokrasi di India, perkembangannya hingga fenomena-fenomena demokrasi yang ada di India. Bagaimanapun pada saat ini demokrasi adalah sebagai alat politik yang digunakan hampir setiap negara sebagai sistem dalam menjalankan pemerintahannya termasuk juga india.
1.4  Kerangka Teori
Dalam setiap penulisan tentu terdapat pendekatan-pendekatan atau teori-teori yang mendukung untuk membahas suatu masalah hingga bisa dikatakan sebagai suatu kajian ilmiah. Oleh karena itu di sini penulis menggunakan teori liberalisasi dalam menelaah dan menganalisis fenomena-fenomena demokrasi yang terjadi di India. Dalam perspektif liberal terdapat pembahasan mengenai demokrasi dan pentingnya kebebasan terhadap hak-hak manusia yang dibatasi sebelumnya. Kaum liberal menilai kebebasan individu di atas segalanya, sebagaimana dalam demokrasi yakni mengenai kebebasan terhadap hak-hak manusia.

Liberalis memandang negara demokrasi-liberal seperti India yaitu keberadaan negara dipandang sebagai penengah netral di antara berbagai kepentingan yang saling bersaing dalam suatu masyarakat yang terbuka dan plural. Negara memberikan acuan secara hukum dan politik yang di dalamnya memungkinkan seseoran untuk menjalankan urusan sehari-hari  dengan perasaan aman dari bahaya, sehingga berbagai jenis kesepakatan akan dilindungi dan orang-orang akan mampu mengejar berbagai tujuan dan kepentingan mereka tanpa ada larangan, namun dengan catatan bahwa mereka tidak membahayakan orang lain.[1]



BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Pengertian Demokrasi
Berdasarkan asal kata demokrasi berarti rakyat berkuasa atau government by the people. Dalam bahasa Yunani Demos berarti rakyat, Kratos berarti kekuasaan atau berdaulat. sesudah perang dunia II dapat dilihat bahwa secara formal demokrasi merupakan dasar dari kebanyakan negara di dunia.[2]
Demokrasi, menjadi kata kunci yang begitu didambakan oleh semua negara di dunia untuk dilaksanakan. Dewasa ini, berkembangnya paham demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan telah menjadi kecenderungan global. Begitu banyak, bahkan hampir semua negara terutama yang mengadopsi sistem pemerintahan dengan peradaban Barat memakai sistem demokrasi sebagai sistem bernegaranya. Namun ironisnya kendatipun negara-negara tersebut mengadopsi demokrasi sebagai sebagai sistem dalam praktek bernegara, namun tidak satu pun negara yang memiliki persamaan dalam menerapkan demokrasi. Namun beragamnya praktek demokrasi dalam sistem bernegara merupakan hal yang dinilai sebagai dinamika. Perbedaan ini muncul karena pemahaman dan pandangan setiap negara berbeda tentang demokrasi, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan latar belakang politik, ekonomi, ideologi dan sosial budaya yang melingkupi suatu negara yang tidak sama.[3] Begitu juga yang terjadi di India, India memiliki banyak sekali perbedaan seperti agama, adanya sistem kasta, bahasa dan lain-lain menyebabkan terdapatnya perbedaan demokrasi di India dengan negara-negara lainnya di dunia.
Perkembangan sejarah demokrasi di masing-masing negara yang bersangkutan itu ternyata telah memberi isi dan sifat yang berbeda-beda kepada demokrasi itu. Di Kerajaan Inggris dan negara-negara Skandinavia, misalnya perkembangan demokrasi itu berlangsung dengan berangsurangsur (evolusioner) sedang perkembangan demokrasi di Amerika Serikat dengan jalan yakni revolusioner. [4]

2.2    Fenomena dan Perkembangan Demokrasi di Negara India
Di india sistem pemerintahan yang demokrasi mulai diadopsi pada tahun 1947 setelah mendapatkan kemerdekaannya dari negara Inggris. Namun sesungguhnya institusi demokrasi di India mulai berkembang pada masa kekuasaan kolonial. Dimana sejak awal Inggris sudah memperkenalkan pemilu pada masyarakat India, memperkenalkan fungsi sipil yang baik, melakukan sosialisasi atas pemilihan elite politik melalui sistem politik. Selain itu juga negara India menggunakan sistem pemerintahan parlementer yaitu system yang menerapkan model hubungan yang menyatu antara kekuasaan eksekutif dan legislatif.
India memilih bentuk pemerintahan parlementer dengan tujuan untuk membentuk sebuah negara yang berlandaskan prinsip-prinsip kebebasan berpendapat serta pemilihan umum yang dilakukan secara teratur. Demokrasi merupakan suatu proses yang panjang, dimana tanpa adanya kemauan dan kesadaran politik yang jernih dan jujur, demokrasi justru akan mengalami kegagalan besar dalam penyelenggaraan negara. Di mana sistem demokrasi di India telah menunjukkan keberhasilan dan kesuksesannya dalam menganut sistem demokrasi yang memiliki kemauan dan kesadaran politk yang jernih dan jujur. Keberhasilan sistem demokrasi di India ini dapat kita dari adanya pertumbuhan ekonomi yang cepat. Di mana pada masa lalu, India sempat mengalamai masa-masa tersulitnya. Saat itu  India mengalami kematian massal yang disebabkan oleh kelaparan dimana-mana dan terjangkitnya kemiskinan. Pada tahun 1986, di mana 3,5 juta anak meninggal setiap tahunnya yang diakibatkan oleh dehidrasi dan berbagai penyakit yang menular lainnya.
Sejak awal kemerdekaan India telah menganut sistem demokrasi dan saat ini India telah menempatkan dirinya sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Keberhasilan demokrasi India juga ditandai dengan bagaimana India dapat mendistribusikan kekuasaan hingga berbagai level masyarakat. India adalah negara yang dihuni oleh masyarakat yang beragam, baik itu dari sudut kasta, agama, bahasa, dan lain-lain akan menimbulkan berbagai kelompok minoritas. Disinilah nampak perbedaan India dibandingkan dengan mayoritas negara dunia ketiga, negara ini mengakui hak-hak minoritas dengan mendistribusikan kekuasaannya di antara kemlompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat.
Wilayah India yang luas sering disebut setara dengan besarnya masalah yang harus dihadapinya. Hal ini tidak terlepas dari jumlah penduduk India yang sangat banyak, yakni mencapai tak kurang dari 1 miliar dan melebihi jumlah akumulasi penduduk di Asia Tenggara. Jumlah ini menjadi sebuah problem besar manakala didapati lebih dari separuhnya hidup di bawah garis kemiskinan. Munculnya problem ini ternyata diakibatkan oleh tidak seimbangnya kontinuitas relasi antara luas wilayah dan jumlah penduduk. Kalau dilihat taraf kehidupan di India, maka dari tahun 1981-1995 setengah dari penduduk India hidup dengan biaya tidak lebih dari US$ 1 dollar/hari. Dan bahkan sampai tahun 1996, India menempati urutan ke-47 dalam suatu indeks kemiskinan dunia (Human Proverty Index) setelah Rwanda yang berada diurutan ke-48. Tingkat pendidikan juga sangat rendah karena lebih dari 60% penduduk perempuan yang berusia 6 tahun menderita buta huruf. Belum lagi jumlah angka kematian bayi masih belum bisa dikurangi secara maksimal.[5]
Sistem kasta juga masih berlaku sebagai manifestasi kuatnya hinduisme sejak 1500 SM. Namun yang penting dari sistem kasta ini adalah biasanya terlihat bahwa mereka yang berada pada kasta yang lebih rendah adalah mereka yang merupakan kelompok masyarakat miskin. Hal ini disebabkan karena kasta itu seringkali menggambarkan dan membentuk struktur ekonomi masyarakat. India merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia setelah China. Namun semua tantangan dan kondisi yang sering dianggap menghalangi kemunculan demokrasi ternyata dapat berlalu begitu saja. Singkatnya, sekali lagi meskipun telah dikatakan bahwa dalam banyak hal India dianggap tidak memiliki kondisi yang mendukung demokrasi, dalam kenyataannya India justru dapat tetap mempertahankan lembagalembaga demokrasi dalam waktu yang cukup lama.
Demokrasi di India adalah demokrasi yang muncul dari atas. Namun bukan dari kalangan
borjuis seperti yang terjadi pada negara-negara Eropa. Demokrasi India, menurut Georg Sorensen adalah demokrasi yang dicapai melalui koalisi antara elit dominan dengan tiga kelompok utama; (1).profesional perkotaan, yang membangun gerakan kongres 1885; (2).komunitas pengusaha India dalam bidang Industri dan perdagangan, dan; (3).para pemilik tanah di pedesaan (elit desa). Sebagai dampaknya, jika merujuk pada pandangan seorang ilmuan politik seperti Samuel P. Huntington bahwa model transformasi demokrasi seperti ini (transformasi) seringkali hanya menumbuhkan bentuk demokrasi yang terbatas. Tetapi kelebihannya adalah bahwa bentuk negosiasi elit ini telah mendahului meledaknya partisipasi politik. Dikatakan kelebihan karena kondisi ini merupakan kondisi yang ideal dalam konteks transisi politik di negara-negara berkembang.[6]
            Ada banyak hal yang memperkuat keyakinan para ilmuan tentang bentuk demokrasi di India yang begitu luas. Salah satunya terdapat kuota 33% kuota terhadap perempuan di parlemen. Selain itu tersedia 22% kursi parlemen yang diperuntukkan bagi warga negara berkasta rendah dan suku asli India. India merupakan satu-satunya negara demokrasi baru dengan sistem federal dengan 28 negara bagian dan 7 teritori. Hak-hak dasar warga negara diakui dan terdapat pula perlindungan hukum termasuk kepada kelompok minoritas. Demokrasi India dari pemahaman akan pentingnya peran pemerintahan kolonial Inggris. Ada pengaruh penting yang berhasil dibentuk Inggris dalam struktur masyarakat India terutama struktur politik-nya. Sehingga hampir tidak muncul resistensi yang kuat terhadap sistem pemerintahan itu ketika India telah merdeka. Pertama-tama, pemerintah kolonial kolonial (Inggris) secara tidak sengaja telah membantu terbentuknya kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokrasi. Hal lain yang diwarisi India dari pemerintahan kolonial Inggris, yang dapat memperkuat demokrasi di India adalah tentara yang terlatih dan profesional, tentara di India tidak memasuki urusan politik, seperti sebagaimana yang terjadi di banyak negara. Kedua, militer India berkembang dan telah menegakkan sebuah kode kepatuhan kepada para pemimpin sipil yang terpilih. Militer sepertinya tetap merupakan kekuatan nasional India yang sebenarnya karena memiliki orientasi kesetiaan nasional yang kuat dan solid dibandingkan kepolisian yang sering terbagi dalam faksi-faksi. Ketiga, para pendiri India modern yang membawa India menuju kemerdekaan, membantu pembentukan konstitusi dan lembagalembaga politiknya semua setia pada keyakinan demokrasi. Gerakan-gerakan politik yang mereka pimpin sangat mendukung gagasan-gagasan dan lembaga-lembaga demokrasi.
            Pada selama beberapa dekade politik di India dikuasai oleh Partai Kongres Nasional India (INC), dengan menguasai suara mayoritas di parlemen. Namun partai ini tidak dapat terus bertahan karena dianggap mulai gagal mendistribusikan kekuasaan dengan baik. Sehingga menimbulkan elit baru dalam Partai Bharatiya Janata (BJP). BJP menjadi kuat dan dapat memenangkan pemilu karena dapat merangkul minoritas seperti penduduk muslim dan komunitas lokal. Sementara itu INC dapat bertahan dan kembali memegang tampuk kekuasaan lagi, karena masih dapat berkompromi dengan berbagai lapisan kekuasaan masyarakat. Jadi tampilnya kekuatan partai di India tidak lepas dari kekuatan mereka yang mampu merangkul tokoh-tokoh masyarakat yang multi etnis, multi agama dan multi bahasa, serta multi kepentingan di India.
            Banyak pihak yang berpendapat bahwa terdapatnya sistem kasta merupakan suatu hal yang tidak mendukung terjadinya demokrasi di suatu negara. Namun sebenarnya ditingkatan kelas bawah masih perlu sebuah penjelasan bahwa kasta punya peran memberi jalan keberlangsungan demokrasi di India. Kastalah yang memiliki peran besar dalam menciptakan keseimbangan partisipasi dalam masa transformasi itu. Namun argumen ini jarang muncul karena kasta sering dianggap tidak menguntungkan demokrasi. Problem lanjutannya adalah bagaimana mungkin menjelaskan peranan kasta terhadap transisi demokrasi. Elit menyadari bahwa sistem kasta India masih dibutuhkan untuk menopang bertahannya demokrasi. Inilah salah satu alasan mengapa elit India jarang sekali berbicara tentang kesetaraan di India. Mahatma Gandhi sendiri sebagai tokoh yang punya kharisma besar, memilih bersikap seperti seorang pemilik kasta terendah dan bersikap “acuh” terhadap keberadaan sistem kasta di India. Kasta berperan sebagai “jangkar” untuk menahan munculnya apa yang disebut Lerner revolution of rising frustation. Selain itu berperan “menstabilkan” masyarakat petani dalam masa- masa dimana sistem politik masih berada pada tahap penyesuaian-penyesuaian.[7]
           
           
KESIMPULAN
Banyak pemikiran yang mengatakan bahwa India adalah negara demokratis dan tergolong paling tua di Asia. Keberhasilan demokrasi di India ini dapat terlihat dalam berbagai bentuk, tergantung pada indikasi yang digunakan untuk menilainya. Apabila kita melihatnya melalui model demokrasi prosedural, yang menekankan pada keberadaan institusi demokrasi, seperti partai politik atau organisasi politik lainnya maka demokrasi di India telah terbilang berhasil. Hal ini dapat dilihat dari kesuksesan terselanggaranya pemilu di negara ini. Berbagai studi mengenai demokrasi di India pada beberapa dekade terakhir menekankan pada bagaimana pengenalan terhadap kebebasan berpendapat dan pemilu telah memberikan konstribusi besar bagi national building di India. Proses ini akan membawa India pada proses modernisasi dan selanjutnya akan diikuti dengan modernisasi dalam bidang sosial-ekonomi, seperti urbanisasi, pendidikan, kesejahteraan masyarakat dan persamaan sosial yang akan semakin mengaburkan perbedaan kasta dan agama. Yang mana dengan berjalannya proses tersebut maka perbedaan kasta dan agama akan semakin kabur dan pada akhirnya akan membawa India kepada sistem demokrasi yang baik dan stabil seperti yang dapat dilihat pada saat sekarang ini.



DAFTAR PUSTAKA

Steans, Jill & Pettiford, Lloyd. 2009. Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Budiardjo. Miriam. 2009. Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sutowo, Tamsiran. 2008. Ironi Demokrasi di Abad Ini. Bandung: Pustaka Driyarkara.
Poerbopranoto, Koentjoro. 1975. Sedikit Tentang Sistim Pemerintahan Demokrasi. Bandung: PT. Ersco.
Huntington, Samuel P. 1997. Gelombang Demokratisasi Ketiga, Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.
Lerner, Daniel. 1983. Memudarnya Masyarakat Tradisonal. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Harahap, Husnul Isa. 2010.  Robert A. Dahl dan Studi tentang Fenomena Demokrasi di India. Jurnal: POLITEIA|Vol.2|No.1|Januari 2010 diakses dari: [http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/21102133_0216-9290.pdf]




[1] Jill Steans & Lloyd Pettiford, 2009, Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hal. 118
[2] Miriam Budiardjo. 2009. Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, Hal: 105
[3] Tamsiran Sutowo. 2008. Ironi Demokrasi di Abad Ini. Bandung: Pustaka Driyarkara. Hal. 33
[4] Koentjoro Poerbopranoto, 1975, Sedikit tentang Sistim Pemerintahan Demokrasi, Bandung: PT. Ersco. hal.17
[5] Husnul Isa Harahap, Robert A. Dahl dan Studi tentang Fenomena Demokrasi di India. Jurnal: POLITEIA|Vol.2|No.1|Januari 2010 diakses dari:  [http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/21102133_0216-9290.pdf]
[6] Samuel P. Huntington. 1997. Gelombang Demokratisasi Ketiga, Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, hal. 145.
[7] Daniel Lerner. 1983. Memudarnya Masyarakat Tradisonal. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. hal. 45-47.

No comments:

Post a Comment