Sebuah Model Perkembangan Ilmu
Dalam
memahamai perkembangan Ilmu Hubungan Internasional, kita bisa meminjam model
perkembangan ilmu yang diajukan oleh Thomas Kuhn. Ilmu-ilmu pengetahuan alam
menurut Kuhn, berkembang sebagai berikut. Pada tahap awalnya, kegiatan
keilmuwan itu terutama adalah penelitian sederhana dalam bentuk pengumpulan
fakta secara acak. Dalam proses ini semua bahan penelitian dikumpulkan dan
dianggap sama penting dan relevan, tanpa ada upya pemilihan atau klasifikasi.
Dari kegiatan yang tidak terarah ini , muncul banyak fakta dan generalisasi
yang saling bertentangan. Hasil penyelidikan yang dilakukan seorang ilmuwan
bertentangan dengan hasil penelitian ilmuwan lainnya. Begitulah, kegiatan
keilmuwan tanpa arah ini berjalan terus dan menghasilkan banyak perdebatan,
polemic argumentasi. Dengan berlalunya waktu, perbedaan-perbedaan pandangan itu
menyurut ketika salah satu dari berbagai aliran pemikiran itu membuktikan
kemampuannya, melebihi yang lain, untuk mengintegrasikan berbagai informasi
pengetahuan yang tersebar tidak teratur itu.
Gambaran
Kuhn tentang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam ini bertentanagn dengan
pandangan Karl Popper. Menurut pandangan Popperian, ilmu berkembang secara
rasional dan akumulatif, yaitu melalui proses falsifikasi dan penemuan baru. Dalam
proses ini teori-teori dalam bidang keilmuan yang bersangkutan terus-menerus
dihadapkan pada tes falsifikasi (atau systemic
criticism of error) dan semakin banyak teori-teorinya yang lulus tes
falsifikasi (yaitu, tidak tersalahkan) semakin maju ilmu tersenbut, dan
begitupun sebaliknya.